6 Tips Aman Sebelum Membeli Handphone Bekas


handphone bekasAnda tahu handphone? Handphone (HP) adalah perangkat telekomunikasi elektronik yang mempunyai kemampuan dasar yang sama dengan telepon konvensional saluran tetap, namun dapat dibawa ke mana-mana (portabel, mobile) dan tidak perlu disambungkan dengan jaringan telepon menggunakan kabel (nirkabel; wireless).
Pada zaman sekarang, hampir semua kalangan masyarakat sudah memiliki handphone. Dari yang murah sampai yang mahal sekalipun. Namun, dalam membeli handphone hal apa sih yang harus diperhatikan? Berikut Barugadget.com akan mengulas mengenai hal wajib yang harus diperhatikan sebelum membeli HP.
  • 1. Ketahui Nomor IMEI dengan jelas

Sebaiknya sebelum membeli ponsel bekas maka hal pertama yang harus diperhatikan adalah mengechek terlebih dahulu asal usul ponsel tersebut dan pastikan ponsel tersebut legal dan bukan barang selundupan ataupun hasil kejahatan lainnya dimana hal ini dapat dibuktikan dan dilihat dari kartu garansi, nota pembelian sebelumnya, segel yang terpasang di badan ponsel, dan tentunya IMEI. Ponsel Bekas pun harus legal dikarenakan pemerintah melalui Kemendag dan Kemenkominfo pernah menyatakan akan memberantas peredaran smartphone atau ponsel lainnya yang memiliki IMEI palsu dan tidak terdaftar di Indonesia.

  • 2. Teliti dan Periksa riwayat Penggunaannya

Teliti dan periksa riwayat penggunaanya serta jangan pernah percaya kepada penjual bila mengatakan bahwa ponsel bekas keluaran terbaru yang ditawarkan adalah ponsel bekas digunakan oleh perempuuan atau baru digunakan beberapa waktu saja dan sebaiknya bertanya terlebih dahulu perihal ponsel tersebut pernah dipergunakan apa saja? percuma saja bila ponsel tersebut terlihat masih bagus tetapi nyatanya sudah pernah kena root, jatuh, atau bahkan kecelakaan yang dapat menyebabkan kecacatan permanen pada ponsel tersebut.

  • 3. Periksa Kondisi dan Fisiknya

Lakukan pemeriksaan fisik secara mendetail mulai dari luar hingga dalamnya. Pastikan layar, tombol fisik, bodi, hingga baterai masih dalam keadaan utuh dan tidak cacat. Lebih baiknya kita mengetahui bentuk fisik asli ponsel tersebut terlebih dahulu pada saat keadaan masih baru, dimana hal ini untuk menghindari penipuan saat membeli ponsel tersebut dalam keadaan bekas.

  • 4. Usahakan Masih Yang Bergaransi

Seperti diketahui bahwa banyak ponsel bekas yang dijual telah habis masa garansinya tetapi selain itu masih banyak pula yang masih dalam masa garansi dan dijual oleh pemiliknya dengan berbagai alasan. Utamakan dan usahakan untuk membeli ponsel bekas yang masih bergaransi walaupun waktunya tinggal seminggu atau meminta penjual untuk memberikan garansi sekitar seminggu lamanya sebagai antisipasi bila ponsel tersebut mengalami masalah dalam beberapa hari penggunaannya.

  • 5. Dukungan Produsen Masih Ada

Banyak produsen ponsel terkadang  menghentikan dukungan baik dalam bentuk penanganan kerusakan ataupun update software bagi ponsel mereka yang sudah lama. Bila demikian sebaiknya untuk membeli ponsel bekas memperhatikan hal ini. Bila masih adanya dukungan  dari produsen untuk ponsel bekas, maka akan terbantu setidaknya dalam masa yang lama bila mengalami kerusakan tetapi bila sudah tidak didukung lagi, maka akan mengalami kesulitan setiap kali misalnya ingin upgrade software atau fitur terbaru.

  • 6. Selisih dan Pertimbangan Harga

Bila ponsel bekas dijual dengan harga selisih Rp 500 ribu ke bawah jika dibandingkan dengan yang baru, maka sebaiknya tunda  terlebih dahulu untuk membeli ponsel bekas tersebut dikarenakan akhirnya bisa membeli yang baru nantinya. Tetapi bila harga ponsel bekas tersebut sangat jauh atau lebih dari Rp. 500 ribuan tentunya tidak ada masalah untuk membeli ponsel bekas tersebut namun tetap diperhatikan pilihan alternatif lain ataupun promosi yang diberikan oleh produsen atau distributor ponsel lainnya.

Share