Cara Mudah Mendaftarkan BPJS Untuk Calon Bayi, Mudah dan Ringkas


www.barugadget.com | Bayi bisa didaftarkan kepesertaannya dalam BPJS Kesehatan sejak terdengar detak jantungnya, ketika hamil, segala persiapan pasti dilakukan orangtua untuk memenuhi kebutuhan bayi saat lahir nanti. Tapi, biasanya orangtua hanya fokus pada perlengkapan bayi.

Padahal ada hal yang jauh lebih penting dari ini, yaitu biaya jaminan pelayanan kesehatan bayi setelah lahir, yaitu mendaftarkan calon bayi sebagai peserta BPJS Kesehatan.

Semua orangtua menginginkan bayi dalam kandungan lahir dalam kondisi sehat. Tapi berbagai kemungkinan risiko gangguan kesehatan pada bayi bisa saja terjadi, meski Mama sudah menjga kehamilan sebaik mungkin, seperti bayi lahir prematur atau gangguan kesehatan lain yang membutuhkan perawatan Neonatal Intensive Care Unit (NICU). Tapi, perlu diingat, hanya orangtua yang menjadi peserta BPJS Kesehatan Mandiri (pribadi) yang bisa mendaftarkan bayinya yang masih di dalam kandungan. Beberapa syarat utamanya adalah surat keterangan dokter yang menyatakan adanya detak jantung dan jenis kelamin bayi.

Syarat Membuat BPJS Calon Bayi

Sebelum kamu mendaftarkan calon bayi untuk mengikuti BPJS kesehatan, ada beberapa persyaratan penting yang harus kamu perhatikan.

Hal-hal yang harus diperhatikan Untuk mendaftarkan BPJS calon bayi 2018:

  1. Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nomor KK bayi mengikuti NIK dan nomor KK ibu

  2. Tanggal lahir bayi diisi sesuai dengan tanggal bayi didaftarkan sebagai peserta BPJS Kesehatan, bukan sesuai dengan tanggal lahir si bayi atau tanggal perkiraan bayi tersebut lahir.

  3. Tipe Kelas perawatan calon bayi sama dengan kelas rawat ibu (Apabila Ibu terdaftar di kelas I, maka calon bayi juga harus didaftarkan di kelas I)

  4. Iuran pertama bayi dibayarkan setelah bayi lahir dalam keadaan hidup, paling lambat 30 hari dari Hari Perkiraan Lahir (HPL)

Kapan BPJS calon bayi bisa digunakan/aktif?

BPJS kesehatan untuk calon bayi berlaku semenjak iuran pertama dibayarkan. Sebagai tambahan, Setelah bayi lahir, orangtua Wajib mengubah data pendaftaran BPJS Kesehatan calon bayi.

Data yang perlu diubah yaitu nama, tanggal lahir, jenis kelamin, dan NIK bayi. Paling lambat 3 bulan setelah melahirkan orang tua wajib mengubah data nama anak mereka. Jika lewat dari waktu tersebut, BPJS Kesehatan bayi akan dinonaktifkan.

Syarat Pembuatan BPJS bayi baru lahir

Sesuai Peraturan BPJS No. 23 Tahun 2015, kamu bisa mendaftarkan calon bayi untuk mengikuti BPJS paling lambat 14 hari sebelum perkiraan hari lahir atau kira-kira ketika usia kandungan sudah menginjak 7-8 bulan.

Inilah berkas persyaratan BPJS Kesehatan untuk calon bayi yang harus dilengkapi:

  1. Fotocopy Kartu Keluarga (KK)

  2. Fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP). Tidak masalah jika KTP kamu belum E-KTP.

  3. Fotocopy Buku Nikah

  4. Fotocopy kartu BPJS Kesehatan milik ibu (bayi didaftarkan menggunakan nama ibu Bayi Nyonya (nama ibu)

  5. Surat keterangan dokter yang menjelaskan kondisi janin dalam kandungan sehat dan normal. (Ada denyut jantung janin dan jenis kelamin sesuai hasil USG sudah diketahui)

  6. Mengisi formulir BPJS calon bayi/Data Isian Peserta (DIP)

Bagaimana kalau berbeda alamat domisili dengan KTP?

Jangan khawatir, kamu hanya perlu melampirkan surat keterangan domisili dari RT/RW dan Kelurahan lalu menyertakannya di formulir pendaftaran BPJS tersebut.

Cara mendaftarkan Bayi Dalam Kandungan melalui BPJS Perusahaan

Untuk orangtua yang terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan Pekerja Penerima Upah (PPU) atau lebih dikenal dengan BPJS Perusahaan (PPU) dan peserta BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) bisa mendaftarkan bayi kamu setelah lahir dengan tenggang 3×24 jam.

Persyaratan BPJS calon bayi perusahaan kurang lebih sama dengan peserta BPJS individu.

Berikut persyaratan atau dokumen yang harus dilengkapi:

  1. Fotocopy Surat Keterangan Lahir dari Rumah Sakit, Klinik, atau Bidan tempat bayi dilahirkan.

  2. Fotocopy Kartu Keluraga (KK).

  3. Fotocopy KTP kedua orangtua.

  4. Fotocopy Surat Nikah.

  5. Fotocopy Kartu identitas BPJS Kesehatan orangtua/ibu.

  6. Mencantumkan nama bayi pada formulir pendaftaran.

  7. Jenis Kelas perawatan yang dipilih untuk calon bayi harus sama dengan ibu.

  8. Pembayaran iuran pertama dilakukan spaling lambat 30 hari sejak bayi lahir.

  9. Setelah 3 bulan bayi lahir, orangtua wajib melakukan daftar ulang dengan menyertakan identitas asli bayi sesuai dengan akte kelahiran.

Catatan Penting

BPJS untuk calon bayi hanya bisa digunakan apabila bayi yang dilahirkan mengalami gangguan kesehatan sehingga membutuhkan perawatan lebih lanjut.

Untuk biaya persalinan dan perawatan ketika melahirkan, akan ditanggung atau diambil dari BPJS kesehatan milik Ibu.

Sebagai reminder, jumlah tagihan bulanan BPJS kamu akan bertambah ketika kamu telah mendaftarkan calon bayi kamu, Untuk memngecek tagihan BPJS kamu, bisa baca di artikel cek tagihan BPJS online.

Share