Mau Cek Tagihan BPJS Kesehatan Lewat Online Bingung ? Ini Cara Mudahnya


www.barugadget.com | Saat ini, untuk mengetahui besaran tagihan BPJS Kesehatan, Anda tidak perlu pergi ke kantor BPJS. Ada banyak cara yang bisa Anda pilih untuk bisa mengetahui berapa tagihan BPJS Kesehatan yang mesti Anda bayarkan.

Namun sebelum itu, pastikan dulu bahwa Anda telah mengetahui nomor kartu BPJS Anda ya! Nah, pada artikel ini kami akan membahas cara Cek Tagihan BPJS Kesehatan Perusahaan dengan cara yang 100% works dan bisa dengan mudah dilakukan oleh siapapun.

Cara Mudah Cek Tagihan BPJS Kesehatan Perusahaan

1.Cek Tagihan BPJS Kesehatan Perusahaan Via Web

  • Kamu hanya perlu mengunjungi https://daftar.bpjs-kesehatan.go.id/bpjs-checking/ untuk mengecek tagihan BPJS Kesehatan Perusahaan kamu, kemudian
  • Masukan 13 Digit Nomor Kartu BPJS Kesehatan dan Tanggal Lahir kamu.

2. Cek Tagihan BPJS Kesehatan Perusahaan Via ATM

Ternyata, kamu juga bisa mengecek tagihan BPJS Kesehatan Perusahaan hanya dengan menggunakan ATM. Kamu jugsa bisa sekaligus langsung membayar tagihan tersebut. berikut langkah-langkahnya:

  • Masukan kartu debit kamu, lalu pilih menu Bayar
  • Pilih menu Lainnya
  • Selanjutnya pilih menu BPJS
  • Pilih BPJS Kesehatan Jangan sampai salah!
  • Pilih menu Badan Usaha jangan Individu, karena akan berbeda
  • Masukan ID BPJS kesehatan Perusahaan Kamu dengan benar
  • Masukan nominal tagihan yang harus kamu bayarkan
  • Selesai! Tinggal lanjutkan prosessnya hingga kamu berhasil membayarkan iuran tagihan BPJS Kesehatan Perusahaan milik kamu.

Perhitungan Iuran BPJS Kesehatan

Kamu wajib banget perhatikan cara penghitungan BPJS Kesehatan perkantoran biar kamu tidak bingung kenapa selalu ada potongan BPJS kamu. Ada 4 poin penting yang harus diperhatikan dalam perhitungan BPJS Kesehatan perkantoran berdasarkan Peraturan Presiden No 19 Tahun 2016:

1. Besar Iuran BPJS Kesehatan Perkantoran adalah 5%

Perhitungannya adalah sebagai berikut:

4% dibayar oleh perusahaan 1% dibayar karyawan lewat potong gaji Iuran yang dibayarkan berlaku untuk 5 orang anggota keluarga (karyawan, suami/istri, dan 3 anak). Jika memiliki tanggungan lebih dari empat orang, (misalnya punya 5 anak, orangtua, atau mertua) karyawan wajib membayar 1% iuran tambahan per orang.

2. Ketentuan perhitungan iuran BPJS

  • Batas maksimum dasar perhitungan iuran PPU (Pekerja Penerima Upah) adalah Rp8.000.000
  • Batas minimum upah sebagai dasar perhitungan adalah Upah Minimum Kota (UMK)/Upah Minimum Regional (UMR)/Upah Minum Provinsi (UMP), berarti setiap provinsi pasti berbeda.
  • Jika upah karyawan di antara upah minimum (UMK/UMR) dan Rp8.000.000, iurannya dihitung dari upah karyawan.

3. Pembagian Kelas BPJS Kesehatan Perusahaan

  • Kelas II: Karyawan yang memiliki gaji 0 s/d 4.000.000
  • Kelas I: Karyawan yang memiliki gaji antara Rp4.000.000 s/d Rp8.000.000

4.Contoh Kasus dan Perhitungan Iuran BPJS Kesehatan Perusahaan

Contoh Kasus 1

Di sebuah perusahan jalankucing di Jakarta (UMP DKI Jakarta tahun 2017 Rp3.600.000), Aji bekerja sebagai admin data dengan gaji Rp3.000.000. Maka, iuran BPJS yang harus dibayarkan adalah:

Karena upah Aji di bawah UMP, maka dasar perhitungan iuran BPJS menggunakan UMP DKI Jakarta Rp3.600.000

  • 4% x Rp 3.600.000 = Rp 144.000 (Ditanggung perusahaan)
  • 1% x 3.600.000 = Rp 36.000 (Dipotong dari gaji Aji)
  • Total iuran BPJS = Rp 180.000

Contoh Kasus 2

Di Jalankucing, Fitri bekerja sebagai Content Writer dengan gaji Rp6.000.000.

Karena gaji Fitri di atas UMP DKI Jakarta (Rp3.600.000), maka dasar perhitungannya menggunakan gaji apa adanya.

  • 4% x Rp6.000.000 = Rp240.000 (Ditanggung perusahaan)
  • 1% x Rp6.000.000 = Rp60.000 (Dipotong dari gaji Budi) Total iuran BPJS = Rp300.000

Contoh Kasus 3

Rey, Content Manager bergaji Rp10.000.000

Karena upah Rey di atas Rp8.000.000 per bulan, maka dasar perhitungannya menggunakan Rp 8.000.000 (Batas maksimal)

  • 4% x Rp8.000.000 = Rp320.000 (Ditanggung perusahaan)
  • 1% x Rp8.000.000 = Rp80.000 (Dipotong dari gaji Rey) Total iuran BPJS = Rp400.000

Contoh Kasus 4

Dika, bekerja sebagai SEO Engineer bergaji Rp8.000.000 dengan 5 orang anak

Karena upahDika di atas Rp8.000.000 per bulan, maka dasar perhitungannya menggunakan gaji bulanannya + 2% karena memiliki anak lebih dari 3 (Ingat! batas maksimal anak yang ditanggung perusahaan adalah 3 orang)

  • 4% x Rp8.000.000 = Rp320.000 (Ditanggung perusahaan)
  • 1% x Rp8.000.000 = Rp80.000 (Dipotong dari gaji Dika)
  • 2% x Rp8.000.000 = Rp160.000 (Dipotong dari gaji Dika) Total iuran BPJS = Rp560.000
Share